Menentukan pengaruh translasi horizontal dan vertikal terhadap grafik fungsi.
Apa yang Akan Kamu Kuasai?
Transformasi fungsi memungkinkan kita memprediksi perubahan grafik tanpa harus menggambar semuanya dari awal.
Pelajari bagaimana perubahan pada persamaan fungsi menggeser, mencerminkan, meregangkan, atau menyusutkan grafik tanpa kehilangan hubungan dengan fungsi dasarnya.
Transformasi fungsi memungkinkan kita memprediksi perubahan grafik tanpa harus menggambar semuanya dari awal.
Menentukan pengaruh translasi horizontal dan vertikal terhadap grafik fungsi.
Menentukan pengaruh refleksi terhadap sumbu-x dan sumbu-y.
Menjelaskan peregangan dan penyusutan secara vertikal maupun horizontal.
Menganalisis transformasi gabungan dalam bentuk g(x)=a f(b(x−h))+k.
Kita dapat menggunakan fungsi sederhana sebagai grafik dasar, kemudian mengubah posisi dan bentuknya.
Grafik berbentuk parabola dengan titik puncak di titik asal.
Grafik berbentuk V dan simetris terhadap sumbu-y.
Grafik hanya terdefinisi untuk x ≥ 0 pada fungsi dasar.
Grafik berupa garis lurus yang melalui titik asal.
Jika k > 0, grafik bergeser ke atas sejauh k satuan.
Jika k > 0, grafik bergeser ke bawah sejauh k satuan.
Jika h > 0, grafik bergeser ke kanan sejauh h satuan.
Jika h > 0, grafik bergeser ke kiri sejauh h satuan.
Fungsi dasar:
Fungsi hasil:
Geser grafik 3 satuan ke kanan.
Geser grafik 2 satuan ke atas.
Setiap titik (x,y) berubah menjadi (x,−y).
Setiap titik (x,y) berubah menjadi (−x,y).
Refleksi terhadap sumbu-x:
Refleksi terhadap sumbu-y:
Nilai y dikalikan a. Jika |a| > 1, grafik meregang vertikal. Jika 0 < |a| < 1, grafik menyusut vertikal.
Skala horizontal berubah dengan faktor 1/|b|. Jika |b| > 1, grafik menyusut horizontal.
Pada g(x)=a f(x), jika a<0, selain perubahan skala vertikal, grafik juga direfleksikan terhadap sumbu-x.
Pada g(x)=f(bx), jika b<0, selain perubahan skala horizontal, grafik juga direfleksikan terhadap sumbu-y.
Mengubah tinggi grafik. Tanda negatif juga menyebabkan refleksi sumbu-x.
Faktor skala horizontal adalah 1/|b|. Tanda negatif juga menyebabkan refleksi sumbu-y.
h positif memindahkan grafik ke kanan.
k positif memindahkan grafik ke atas.
Gunakan fungsi dasar:
Domain dasar: x ≥ 0.
Domain berubah menjadi: x ≥ 4.
Domain berubah menjadi: x ≤ 0.
f(x−3) bergeser ke kanan, sedangkan f(x+3) bergeser ke kiri.
−f(x) adalah refleksi terhadap sumbu-x, sedangkan f(−x) terhadap sumbu-y.
Pada f(bx), faktor skala horizontal adalah 1/|b|, bukan |b|.
Beberapa fungsi, seperti akar, memiliki batas domain yang ikut berubah setelah transformasi.
Tentukan bentuk grafik f(x) sebelum transformasi.
Identifikasi nilai b dan h pada argumen fungsi.
Identifikasi nilai a dan k di luar fungsi.
Catat translasi, refleksi, dan perubahan skala.
Gunakan titik puncak, titik potong, atau titik acuan untuk memverifikasi.
Ubah parameter fungsi dan amati perubahan grafik serta pemetaan titik secara langsung.
Bentuk fungsi: g(x)=a f(b(x−h))+k
Gunakan aturan (u,v) → (h+u/b, k+av) untuk melihat perpindahan sebuah titik.
Grafik bergeser 4 satuan ke kanan.
Grafik f direfleksikan terhadap sumbu-x, kemudian digeser 3 satuan ke atas.
Faktor skala horizontal: 1/2. Grafik mengalami penyusutan horizontal.
a=2, b=1, h=3, k=1. Maka: x baru = 3 + 2/1 = 5, y baru = 1 + 2(4) = 9. Jadi titik hasil: (5,9).
✓ f(x−h) menggeser grafik ke kanan sejauh h.
✓ f(x)+k menggeser grafik ke atas sejauh k.
✓ −f(x) adalah refleksi terhadap sumbu-x.
✓ f(−x) adalah refleksi terhadap sumbu-y.
✓ af(x) mengubah skala vertikal dengan faktor |a|.
✓ f(bx) mengubah skala horizontal dengan faktor 1/|b|.
✓ Bentuk umum transformasi dapat ditulis g(x)=a f(b(x−h))+k.
✓ Titik (u,v) berubah menjadi (h+u/b, k+av).