Menggambar dan menginterpretasikan diagram pencar data bivariat.
Apa yang Akan Kamu Kuasai?
Pada materi ini, statistika tidak hanya digunakan untuk merangkum data, tetapi juga untuk memahami hubungan antara dua variabel kuantitatif.
Pelajari bagaimana dua variabel dapat dianalisis menggunakan diagram pencar, garis regresi, korelasi, dan koefisien determinasi untuk memahami pola serta membuat prediksi.
Pada materi ini, statistika tidak hanya digunakan untuk merangkum data, tetapi juga untuk memahami hubungan antara dua variabel kuantitatif.
Menggambar dan menginterpretasikan diagram pencar data bivariat.
Menentukan dan menginterpretasikan persamaan regresi linear.
Menggunakan regresi untuk interpolasi dan ekstrapolasi.
Menghitung dan menafsirkan korelasi Pearson serta koefisien determinasi.
Data bivariat terdiri atas pasangan nilai dari dua variabel, misalnya lama belajar dan nilai ujian.
Variabel yang digunakan untuk membantu menjelaskan atau memprediksi perubahan variabel lain.
Variabel yang nilainya diamati dalam kaitannya dengan variabel x.
Setiap pengamatan menghasilkan satu titik pada diagram pencar.
Ketika x meningkat, y cenderung ikut meningkat.
Ketika x meningkat, y cenderung menurun.
Titik tidak menunjukkan kecenderungan linear yang kuat.
Dua variabel dapat bergerak bersama tanpa salah satunya secara langsung menyebabkan perubahan pada variabel lain. Mungkin terdapat faktor ketiga, kebetulan, atau struktur data lain.
Jika pola data cukup mendekati garis lurus, hubungan kedua variabel dapat dimodelkan menggunakan regresi linear.
Perkiraan nilai y yang diperoleh dari model regresi.
Nilai prediksi y ketika x = 0.
Perubahan prediksi y untuk setiap kenaikan satu satuan x.
Garis regresi dipilih agar jumlah kuadrat kesalahan vertikal antara data aktual dan nilai prediksi menjadi sekecil mungkin.
Ketika x = 0, model memprediksi nilai y sebesar 50.
Setiap kenaikan satu satuan x berkaitan dengan peningkatan prediksi y sebesar 5 satuan.
Nilai prediksinya adalah 70.
Garis regresi tidak harus melalui setiap titik data. Selisih antara nilai aktual y dan prediksi ŷ disebut residu.
Nilai x yang diprediksi berada di antara nilai x minimum dan maksimum pada data pengamatan.
Prediksi dilakukan di luar data yang diamati. Ketidakpastian biasanya lebih tinggi.
Kedua variabel cenderung bergerak dalam arah yang sama.
Kedua variabel cenderung bergerak dalam arah berlawanan.
Titik data cenderung dekat dengan sebuah garis lurus.
Tidak terdapat kecenderungan linear yang kuat.
Pada regresi linear sederhana, kuadrat koefisien korelasi dapat digunakan sebagai koefisien determinasi.
Dalam konteks model linear, sekitar 64% variasi y dapat dijelaskan oleh hubungan linear dengan x.
Hubungan statistik tidak dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat.
Nilai ekstrem dapat memengaruhi garis regresi dan koefisien korelasi.
Pola linear pada rentang data belum tentu berlaku jauh di luar rentang tersebut.
Nilai r mendekati nol hanya menunjukkan lemahnya hubungan linear. Hubungan non-linear masih mungkin ada.
Tentukan variabel x, variabel y, dan konteks pengamatan.
Periksa arah, bentuk, dan pencilan pada data.
Gunakan model linear jika pola data cukup sesuai.
Gunakan nilai r untuk menilai arah dan kekuatan hubungan linear.
Jelaskan hasil dalam konteks data, bukan hanya menuliskan angka.
Masukkan pasangan data, lalu lihat bagaimana diagram pencar, persamaan regresi, korelasi, dan prediksi terbentuk secara otomatis.
Masukkan satu pasangan x dan y per baris dengan format x,y.
Gunakan garis regresi dari Aktivitas 1 untuk membuat prediksi dan lihat apakah prediksi termasuk interpolasi atau ekstrapolasi.
Hubungan tersebut merupakan korelasi positif.
ŷ = 40 + 6(5) = 40 + 30 = 70.
e = y − ŷ = 82 − 78 = 4.
r² = (−0,9)² = 0,81. Jadi koefisien determinasi = 81%.
✓ Diagram pencar digunakan untuk melihat pola hubungan dua variabel kuantitatif.
✓ Regresi linear mempunyai bentuk ŷ = a + bx.
✓ Residu adalah e = y − ŷ.
✓ Interpolasi dilakukan dalam rentang data, sedangkan ekstrapolasi dilakukan di luar rentang data.
✓ Koefisien korelasi memenuhi −1 ≤ r ≤ 1.
✓ Tanda r menunjukkan arah hubungan linear.
✓ Besar |r| menunjukkan kekuatan hubungan linear.
✓ Koefisien determinasi dapat dihitung melalui r² × 100%.