Mengenali sisi-sisi pada segitiga siku-siku.
Setelah Belajar, Kamu Diharapkan Bisa
Teorema Pythagoras menghubungkan aljabar dan geometri melalui panjang sisi sebuah segitiga siku-siku.
Pelajari hubungan panjang sisi pada segitiga siku-siku, gunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang yang belum diketahui, dan terapkan konsep tersebut pada jarak serta masalah geometri.
Teorema Pythagoras menghubungkan aljabar dan geometri melalui panjang sisi sebuah segitiga siku-siku.
Mengenali sisi-sisi pada segitiga siku-siku.
Menggunakan a² + b² = c² untuk mencari panjang sisi.
Mengenali beberapa tripel Pythagoras.
Menerapkan Pythagoras untuk menentukan jarak dan menyelesaikan masalah geometri.
Segitiga siku-siku memiliki satu sudut sebesar 90°. Sisi di depan sudut siku-siku disebut hipotenusa dan merupakan sisi terpanjang.
a sisi siku-siku
b sisi siku-siku
c hipotenusa
Untuk segitiga siku-siku dengan hipotenusa c, berlaku hubungan berikut.
sisi siku-siku
sisi siku-siku
hipotenusa
Diketahui a = 6 dan b = 8. Tentukan c.
Jika hipotenusa c = 13 dan salah satu sisi a = 5, sisi b dapat dicari dengan memindahkan a².
Beberapa kelompok bilangan bulat sering muncul sebagai panjang sisi segitiga siku-siku.
3² + 4² = 5²
9 + 16 = 255² + 12² = 13²
25 + 144 = 1698² + 15² = 17²
64 + 225 = 289Ambil c sebagai sisi terpanjang, lalu bandingkan c² dengan a² + b².
Salah satu sudut tepat 90°.
Ketiga sudut kurang dari 90°.
Salah satu sudut lebih dari 90°.
Ketiga panjang sisi harus terlebih dahulu memenuhi ketaksamaan segitiga.
Selisih koordinat x dan selisih koordinat y membentuk dua sisi sebuah segitiga siku-siku. Jarak kedua titik menjadi hipotenusanya.
Δx = x₂ − x₁
Δy = y₂ − y₁
Panjang tangga, jarak kaki tangga, dan tinggi dinding membentuk segitiga siku-siku.
Panjang, lebar, dan diagonal membentuk segitiga siku-siku.
Selisih horizontal dan vertikal digunakan untuk menentukan jarak.
Pastikan terdapat hubungan segitiga siku-siku.
Hipotenusa adalah sisi di depan sudut 90°.
Substitusikan panjang ke a² + b² = c².
Pastikan hasil positif dan masuk akal terhadap ukuran sisi.
Ubah panjang sisi dan amati bagaimana hubungan geometrinya berubah.
Ubah panjang a dan b. Nilai hipotenusa c dihitung menggunakan Pythagoras.
Masukkan tiga panjang sisi. Sistem akan memeriksa apakah ketiganya membentuk segitiga dan menentukan jenisnya.
Sisi 3, 4, dan 5 membentuk segitiga siku-siku.
Misalkan tinggi = h. h² + 3² = 5², sehingga h² = 25 − 9 = 16. Jadi h = 4 m.
d² = 6² + 8² = 36 + 64 = 100. Jadi d = 10 cm.
7² + 24² = 49 + 576 = 625, sedangkan 25² = 625. Jadi ya, segitiga tersebut siku-siku.
Pilih satu jawaban untuk setiap pertanyaan.
✓ Hipotenusa adalah sisi di depan sudut siku-siku.
✓ Pada segitiga siku-siku, berlaku a² + b² = c².
✓ Tripel Pythagoras merupakan tiga bilangan bulat yang memenuhi hubungan tersebut.
✓ Pythagoras dapat digunakan untuk diagonal, jarak, dan berbagai masalah geometri.