Mengenali keteraturan dalam suatu urutan bilangan.
Setelah Belajar, Kamu Diharapkan Bisa
Pola membantu kita menemukan keteraturan dan membuat generalisasi dari beberapa contoh.
Pelajari bagaimana keteraturan dalam suatu barisan dapat dikenali, dijelaskan, dan ditulis dalam bentuk aturan. Dari beberapa suku, kita dapat memperkirakan suku berikutnya bahkan menentukan suku ke-n.
Pola membantu kita menemukan keteraturan dan membuat generalisasi dari beberapa contoh.
Mengenali keteraturan dalam suatu urutan bilangan.
Menentukan suku berikutnya berdasarkan aturan pola.
Menentukan beda tetap pada barisan aritmetika.
Menggunakan bentuk umum untuk mencari suku ke-n.
Perhatikan urutan 4, 7, 10, 13, .... Setiap suku bertambah 3. Karena aturan tersebut tetap, kita dapat menentukan suku berikutnya.
Setiap bilangan dalam suatu barisan disebut suku.
n menyatakan posisi suatu suku dalam barisan.
Selisih antara dua suku berurutan pada barisan aritmetika.
Aturan untuk menentukan nilai suku pada posisi n.
Barisan aritmetika memiliki beda yang sama antara dua suku berurutan.
Beda: d = 4
Beda: d = −3
Untuk barisan 5, 9, 13, 17, ..., selisih dua suku berurutan selalu sama.
Jika suku pertama adalah a dan beda tetapnya d, maka suku pada posisi n dapat ditentukan dengan bentuk umum berikut.
a = suku pertama
d = beda
n = posisi suku
Barisan: 3, 7, 11, 15, ...
Selalu bertambah 3.
Diperoleh dari 1², 2², 3², 4², ...
Pertambahannya 2, 3, 4, ...
Banyak pola bilangan dapat dijelaskan menggunakan susunan titik atau bentuk. Representasi visual membantu melihat bagaimana jumlah objek berubah.
Lihat perubahan dari satu suku ke suku berikutnya.
Hitung selisih atau hubungan antar suku.
Nyatakan keteraturan dengan kata-kata atau simbol.
Gunakan aturan pada beberapa suku untuk memastikan konsisten.
Ubah suku pertama, beda, dan posisi n untuk melihat perubahan barisan.
Tentukan suku pertama dan beda, lalu amati delapan suku pertama.
Gunakan barisan dari Aktivitas 1 lalu pilih posisi n yang ingin dicari.
Pilih contoh pola dan lihat aturan di balik urutannya.
Setiap suku bertambah 3, sehingga mempunyai beda tetap.
Beda setiap suku adalah 4. Jadi dua suku berikutnya adalah 22 dan 26.
11 − 15 = −4, sehingga d = −4.
U₈ = 3 + (8 − 1)5 = 3 + 35 = 38.
Pilih satu jawaban untuk setiap pertanyaan.
✓ Pola menunjukkan keteraturan pada suatu urutan.
✓ Barisan aritmetika mempunyai beda tetap.
✓ Rumus Uₙ = a + (n − 1)d dapat digunakan mencari suku ke-n.
✓ Tidak semua pola merupakan barisan aritmetika.