Menjelaskan perbedaan bangun sebangun dan bangun kongruen.
Setelah Belajar, Kamu Diharapkan Bisa
Kesebangunan dan kekongruenan membantu membandingkan bentuk, ukuran, panjang sisi, dan besar sudut.
Pelajari bagaimana dua bangun dapat memiliki bentuk yang sama dengan ukuran berbeda, atau memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis.
Kesebangunan dan kekongruenan membantu membandingkan bentuk, ukuran, panjang sisi, dan besar sudut.
Menjelaskan perbedaan bangun sebangun dan bangun kongruen.
Menggunakan perbandingan sisi yang bersesuaian.
Menentukan panjang sisi menggunakan faktor skala.
Mengenali syarat kesebangunan dan kekongruenan segitiga.
Keduanya memiliki hubungan yang kuat, tetapi tidak berarti hal yang sama.
Sudut bersesuaian sama besar dan sisi bersesuaian memiliki perbandingan yang sama.
Ukuran boleh berbedaSisi bersesuaian sama panjang dan sudut bersesuaian sama besar.
Faktor skala = 1Jika dua bangun sebangun, maka panjang sisi yang bersesuaian memiliki rasio tetap.
AB = 3 dan DE = 6
BC = 4 dan EF = 8
AC = 5 dan DF = 10
Faktor skala menunjukkan berapa kali panjang pada satu bangun dibandingkan dengan bangun lainnya.
Dua sudut bersesuaian sama besar sudah cukup untuk memastikan dua segitiga sebangun.
Ketiga pasangan sisi bersesuaian memiliki perbandingan yang sama.
Dua pasangan sisi sebanding dan sudut apitnya sama besar.
Dua bangun kongruen dapat saling menutupi dengan tepat setelah dilakukan perpindahan, rotasi, atau refleksi.
Ketiga sisi yang bersesuaian sama panjang.
Dua sisi dan sudut apit yang bersesuaian sama.
Dua sudut dan sisi apit yang bersesuaian sama.
Dua sudut dan satu sisi bersesuaian sama.
Skala peta menggunakan hubungan panjang yang sebanding.
Foto dapat diperbesar atau diperkecil tanpa mengubah proporsi.
Bayangan dan segitiga sebangun dapat digunakan untuk memperkirakan tinggi.
Miniatur mempertahankan perbandingan ukuran terhadap benda asli.
Pastikan sisi yang dibandingkan benar-benar bersesuaian.
Jika memakai bangun kedua / bangun pertama, gunakan urutan yang sama untuk semua pasangan sisi.
Bangun sebangun dapat memiliki ukuran yang berbeda.
Tentukan sisi dan sudut yang bersesuaian.
Periksa panjang sisi dan besar sudut yang diketahui.
Untuk kesebangunan, periksa apakah rasio sisi tetap.
Tentukan apakah bangun sebangun, kongruen, atau keduanya tidak.
Eksplorasi faktor skala dan bandingkan ukuran dua segitiga.
Segitiga awal memiliki sisi 3, 4, dan 5. Ubah faktor skala dan lihat ukuran segitiga bayangannya.
Sisi awal: 3, 4, 5
Sisi bayangan: 6, 8, 10
Masukkan panjang tiga sisi dari dua segitiga. Sistem akan memeriksa apakah keduanya kongruen, hanya sebangun, atau tidak keduanya.
6 × 2,5 = 15 cm.
9/3 = 3, 12/4 = 3, dan 15/5 = 3. Jadi kedua segitiga sebangun.
Ketiga pasangan sisi sama panjang. Berdasarkan SSS, kedua segitiga kongruen.
Karena ukuran kedua bangun sama, faktor skalanya adalah 1.
Pilih satu jawaban untuk setiap pertanyaan.
✓ Bangun sebangun memiliki bentuk sama dan sisi bersesuaian yang proporsional.
✓ Faktor skala menghubungkan panjang sisi dua bangun sebangun.
✓ Bangun kongruen memiliki bentuk dan ukuran yang sama.
✓ Bangun kongruen juga sebangun dengan faktor skala 1.